merawat ikan ini di indonesia bisa dipenjara

Fajar subangkit
0

 Di Indonesia, terdapat beberapa jenis ikan yang dilarang untuk dibudidayakan, diperjualbelikan, atau dilepasliarkan karena dianggap sebagai spesies invasif, berbahaya bagi ekosistem, atau mengandung zat berbahaya. 

Malang - Piyono (61), warga Kelurahan Sawojajar Kota, Malang terpaksa berurusan dengan hukum karena memelihara ikan aligator. Ia pun kini hanya bisa pasrah mendekam di balik jeruji besi penjara (sumber detik.com senin 09-2024)

Berikut adalah beberapa jenis ikan yang dilarang di Indonesia:

1. Ikan Arapaima gigas - Ikan raksasa asal Sungai Amazon yang dapat tumbuh sangat besar dan mengancam keberadaan ikan lokal.

Foto : kompas ikan arapaima


2. Ikan Aligator Gar (Atractosteus spatula) - Ikan predator yang memiliki gigi tajam dan dapat memangsa ikan-ikan lokal.

Foto : ulasan ikan aligator gar


3. Ikan Piranha (Serrasalmus sp. dan Pygocentrus sp.) - Ikan karnivora asal Amerika Selatan yang terkenal akan keganasannya.

Foto : beritasatu ikan piranha


4. Ikan Buntal (Tetraodontidae) - Beberapa spesies buntal dilarang karena dapat menghasilkan racun berbahaya (tetrodotoksin).

Foto : cnn indonesia ikan buntal


5. Ikan Snakehead atau Toman (Channa micropeltes - Predator agresif yang bisa mengganggu ekosistem air tawar.

Foto : youtube nakama aquatics ikan channa


6. Ikan Pacu (Colossoma macropomum) - Berkerabat dekat dengan piranha, tetapi bersifat herbivora. Ikan ini berpotensi merusak ekosistem lokal jika dilepasliarkan.


7. Ikan Redfin Perch (Perca fluviatilis) - Ikan invasif yang bisa mengancam ikan lokal di perairan Indonesia.


8. Ikan Belut Listrik (Electrophorus electricus) - Meski menarik secara ilmiah, ikan ini bisa sangat berbahaya karena kemampuan listriknya.


Peraturan tentang ikan yang dilarang di Indonesia dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati lokal.

Ada beberapa penyebab utama mengapa jenis-jenis ikan tertentu dilarang di Indonesia. Berikut adalah penyebabnya:


1. Spesies Invasif

   Ikan-ikan tertentu dianggap sebagai spesies invasif karena mereka dapat berkembang biak dengan cepat dan mendominasi habitat baru, mengancam keanekaragaman hayati lokal. Contoh ikan invasif adalah Arapaima gigas dan Alligator Gar, yang bisa memakan ikan-ikan lokal dan merusak ekosistem asli.


2. Mengganggu Ekosistem

   Ikan predator seperti  Piranha dan Snakehead (Toman) dapat memangsa ikan-ikan lokal dan menghancurkan keseimbangan ekosistem air tawar. Kehadiran mereka dapat menyebabkan penurunan populasi ikan asli, yang berpengaruh negatif terhadap rantai makanan.


3. Berbahaya bagi Manusia

   Beberapa jenis ikan, seperti Ikan Buntal, mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Racun yang disebut tetrodotoksin dalam ikan buntal dapat mematikan jika dikonsumsi.


4. Potensi Penyebaran Penyakit 

   Beberapa spesies ikan bisa membawa penyakit atau parasit yang dapat menyebar ke ikan lokal, yang bisa menghancurkan populasi perikanan di wilayah tersebut.


5. Ukuran Besar dan Agresif

   Ikan berukuran besar seperti Arapaima gigas dan Ikan Belut Listrik bisa menjadi ancaman karena kekuatan fisik mereka, serta potensi untuk menyerang ikan atau bahkan manusia di lingkungan yang tidak seharusnya.


6. Gangguan pada Infrastruktur

   Beberapa spesies ikan invasif, seperti ikan predator, dapat merusak infrastruktur perikanan dan akuakultur. Mereka bisa mengakibatkan kerugian ekonomi bagi nelayan dan petani ikan.


Larangan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan, manusia, dan keberlanjutan ekosistem perairan Indonesia dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ikan-ikan tersebut.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)